Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

https://semuamaterisekolah.blogspot.com
Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

Sistem peredaran darah disebut juga sistem sirkulasi. Sistem peredaran darah adalah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh seperti nutrisi dan oksigen, serta pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh. Sistem ini juga berfungsi dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda-benda asing yang dapat menyebabkan penyakit. Fungsi-fungsi tersebut terkadang digolongkan secara terpisah, yaitu sebagai sistem kardiovaskuler dan limfatik. Organ yang berperan dalam kardiovaskular adalah jantung dan pembuluh darah. Sedangkan sistem limfatik melibatkan kelenjar limfa dan timus, yang menghasilkan atau memodifikasi sel yang disebut limfosit. Limfosit inilah yang dilepaskan ke dalam aliran darah dan menghancurkan benda-benda asing yang berbahaya bagi tubuh. Namun fungsi-fungsi tersebut melibatkan jaringan yang sama yaitu darah.

A. Darah
Darah adalah jaringan khusus yang terdiri atas berbagai macam sel yang bersatu dalam cairan yang disebut plasma. Dalam kehidupan sehari-hari, bila kita menyebut darah, hal itu diidentikkan dengan darah yang berwarna merah. Padahal warna merah pada darah tidak selalu tetap, artinya warna itu bisa berubah-ubah. Darah cenderung berwarna merah tua, tetapi terkadang berwarna merah muda. Apakah yang menyebabkan warna darah menjadi demikian? Hal ini bisa terjadi dikarenakan di dalam darah yang berwarna merah muda mengandung kadar oksigen (O2) yang tinggi, sedangkan bila kadar karbondioksida (CO2) yang tinggi maka darah akan berwarna merah tua.
Darah merupakan cairan tubuh yang meliputi 8% dari berat tubuh seseorang, kira- kira mempunyai volume 4-5 liter. Darah sangat penting bagi tubuh manusia, karena mempunyai peran yang sangat banyak, terutama dalam pengangkutan zat-zat yang penting bagi proses metabolisme tubuh. Jika darah mengalami gangguan, maka segala proses metabolisme tubuh akan terganggu pula.
Dalam tubuh manusia, darah khususnya berperan sebagai berikut.

Baca juga SISTEM REGULASI : Sistem Saraf, Sistem Endokrin dan Sistem Indra

1. Alat pengangkut zat-zat yang diperlukan tubuh, misalnya vitamin, gula, lemak, dan air yang diberikan untuk sel dalam jumlah tepat ke seluruh jaringan tubuh.
2. Transportasi oksigen dari paru-paru ke sel-sel seluruh tubuh, dan transportasi karbondioksida dari sel-sel seluruh tubuh ke paru-paru.
3. Pengangkutan sisa metabolisme dari sel-sel tubuh ke organ ekskresi (pengeluaran).
4. Pengangkutan hormon dari kelenjar endokrin ke sel-sel atau jaringan target.
5. Membantu keseimbangan cairan tubuh.

1. Komposisi Darah
Darah manusia memiliki beberapa komposisi penyusunnya. Komposisi darah dapat diperoleh dengan cara memutar darah dalam suatu tabung dengan kecepatan tinggi (sentrifugasi). Dari hasil sentrifugasi, darah sebanyak 4,5 – 6.0 liter akan terpisah menjadi dua bagian, yaitu bagian bawah yang padat dan bagian atas berupa cairan. Cairan pada bagian atas adalah plasma darah (55%), sedangkan bagian bawah terdapat sel-sel darah (45%).
1) Sel Darah Merah (Eritrosit)
Sel darah merah merupakan penyusun sel-sel darah yang jumlahnya paling banyak. Sel darah merah pada wanita jumlahnya ± 4,5 juta/mm3 darah, sedangkan pada laki-laki ±
5 juta/mm3 darah. Namun, jumlah tersebut bisa naik atau turun, tergantung dari kondisi seseorang.

Baca juga Pengertian, Jenis, Karakteristik dan Pengelolaan Limbah

2) Sel Darah Putih (Leukosit)
Sel darah putih ibarat serdadu penjaga tubuh dari serangan musuh. Jika kita terluka, maka sel darah putih ini akan berkumpul di bagian tubuh yang terkena luka, agar tidak ada kuman penyakit yang masuk melalui luka itu. Jika ada kuman yang masuk, maka dia akan segera melawannya. Dapat digambarkan, bahwa akan terjadi pertarungan antara kuman dengan sel darah putih. Timbulnya nanah pada luka itu merupakan gabungan dari sel darah putih yang mati, kuman, sel-sel tubuh, dan cairan tubuh.

3) Keping darah (Trombosit)
Ketika kita mengalami luka pada permukaan tubuh, maka tubuh akan mengeluarkan darah. Pendarahan tersebut terjadi disebabkan oleh sobeknya pembuluh darah. Saat keadaan luka yang ringan, setelah beberapa saat darah akan berhenti mengalir. Ketika terjadi luka pada permukaan tubuh, komponen darah, yaitu trombosit akan segera berkumpul mengerumuni bagian yang terluka dan akan menggumpal sehingga dapat menyumbat dan menutupi luka.

2. Golongan Darah dan Transfusi Darah
Golongan darah manusia dibagi menjadi beberapa macam. Hal ini dapat dilihat dari aglutinogen (antigen) dan aglutinin (antibodi) yang terkandung dalam darah seseorang. Penggolongan darah ini pertama kali ditemukan oleh Dr. Lendsteiner dan Donath. Di dalam darah manusia terdapat aglutinogen (antigen) pada eritrosit dan aglutinin (antibodi) dalam plasma darah.
Penemuan Karl Landsteiner diawali dari penelitiannya, yaitu ketika eritrosit seseorang dicampur dengan serum darah orang lain, maka terjadi penggumpalan (aglutinasi). Namun pada orang lain, campuran itu tidak menyebabkan penggumpalan darah. Aglutinogen (aglutinin) yang terdapat pada eritrosit orang tertentu dapat bereaksi dengan zat aglutinin (antibodi) yang terdapat pada serum darah. Aglutinogen dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Aglutinogen A memiliki enzim glikosil transferase yang mengandung glutiasetil glukosamin pada rangka glikoproteinnya.
b. Aglutinogen B memiliki enzim galaktose pada rangka glikoproteinnya.

Darah seseorang memungkinkan dapat mengandung aglutinogen A saja atau aglutinogen B saja. Tetapi kemungkinan juga dapat mengandung aglutinogen A dan B. Ada juga yang tidak mengandung aglutinogen sama sekali. Adanya aglutinogen dan aglutinin inilah yang menjadi dasar penggolongan darah manusia berdasarkan sistemABO.
a. Golongan darah Rh+, jika di dalam sel darah seseorang terdapat aglutinogen rhesus.
b. Golongan darah Rh–, jika di dalam sel darah seseorang tidak terdapat aglutinogen rhesus.
Sistem rhesus ini dalam tranfusi darah juga harus diperhatikan. Apabila golongan darah Rh+ maka tidak boleh digunakan sebagai donor untuk golongan darah Rh-, karena bisa terjadi aglutinasi (penggumpalan).

Baca juga Ciri, Sifat, Macam, Teknik Penganggulangan dan Dampak polusi terhadap kesehatan manusia

B. Organ-Organ Peredaran Darah

1. Jantung
Jantung termasuk salah satu organ vital dalam tubuh kita. Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada (toraks), di atas paru-paru. Beratnya 250-350 gram dan hampir seukuran kepalan tangan. Jantung terbuat dari otot jantung tak sadar, dan ini yang menyebabkan mengapa jantung terus berdetak bahkan ketika kita tidur. Fungsi jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh.
Jantung merupakan organ utama peredaran darah. Darah beredar selalu berada di dalam pembuluh darah. Peredaran darah seperti ini disebut peredaran darah tertutup. Dalam satu kali beredar, darah melewati jantung sebanyak dua kali. Peredaran darah seperti ini disebut peredaran darah ganda. Ada dua macam peredaran darah ganda, yaitu.
a. Peredaran darah besar, peredaran darah yang membawa darah dari bilik kiri ke seluruh tubuh dan kembali ke serambi kanan.
b. Peredaran darah kecil, peredaran darah yang membawa darah dari bilik kanan menuju paru-paru, kemudian kembali ke serambi kiri.
Pada manusia, jantung terdiri atas empat ruangan, yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri, dan bilik kanan. Dinding jantung terdiri atas 3 lapisan, antara lain perikardium, miokardium, dan endokardium. Perikardium adalah selaput pembungkus jantung. Perikardium terdiri dari 2 bagian, yaitu sebelah dalam dan luar. Di antara kedua lapisan perikardium di pisahkan oleh sedikit cairan pelumas yang berfungsi mengurangi gesekan yang disebabkan oleh gerakan memompa dari jantung itu sendiri. Miokardium adalah otot jantung, adapun endokardium adalah selaput yang membatasi ruangan jantung. Antara ruangan jantung terdapat klep (katup) yang berfungsi untuk mengatur aliran darah agar tetap searah. Klep pada ruangan jantung, adalah
a. Valvula trikuspidalis dan valvula mitral, klep (katup) ini terdapat antara serambi kanan dan bilik kanan.
b. Valvula bikuspidalis, letak klep (katup) ini terdapat antara serambi kiri dan bilik kiri.
c. Valvula semilunaris, klep (katup) ini terdapat pada pangkal nadi besar.

Jantung bekerja dengan melakukan kontraksi otot dengan gerakan mengembang dan mengempis secara bergantian. Denyutan jantung tersebut dapat dirasakan pembuluh nadi pada tubuh kita.

Baca juga Sistem Reproduksi pada Manusia

2. Pembuluh Darah
Pembuluh darah merupakan jalan bagi darah yang mengalir dari jantung menuju ke jaringan tubuh, atau sebaliknya. Pembuluh darah melayani berbagai fungsi dalam menjaga tubuh tetap hidup dan sehat yaitu mengangkut darah dari jantung, mengangkut darah beroksigen ke seluruh tubuh, mengangkut darah dari arteri ke kapiler, menguras darah dari kapiler ke dalam vena dan bertukar oksigen, karbon dioksida, air dan garam antara tubuh dan jaringan sekitarnya.

a. Pembuluh nadi
Pembuluh nadi atau pembuluh arteri ialah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju kapiler untuk diedarkan ke organ dan jaringan tubuh. Pembuluh ini merupakan pembuluh yang keluar dari jantung. Pembuluh ini memiliki 1 buah katup/klep berbentuk bulan sabit yang disebut valvula semilunaris. Fungsi pembuluh ini adalah untuk menjaga aliran darah tetap searah.

b. Pembuluh vena
Pembuluh vena atau pembuluh balik ialah pembuluh darah yang membawa darah ke arah jantung. Pada sepanjang pembuluh vena, terdapat katup-katup yang mencegah darah kembali ke jaringan tubuh. Pembuluh vena terletak lebih ke permukaan pada jaringan tubuh daripada pembuluh arteri.

c. Pembuluh kapiler
Pembuluh kapiler ialah pembuluh darah kecil yang mempunyai diameter kira-kira sebesar sel darah merah, yaitu 7,5 μm. Oksigen, glukosa, asam amino, berbagai ion dan zat lain yang diperlukan secara mudah dapat berdifusi melalui dinding kapiler ke dalam cairan interstitium mengikuti gradien konsentrasinya. Sebaliknya, karbondioksida, limbah nitrogen, dan hasil sampingan metabolisme lain dapat dengan mudah berdifusi ke dalam darah. Pembuluh darah Kapiler berfungsi untuk pertukaran cairan, zat makanan, elektrolit, hormon, dan bahan-bahan lainnya antara darah dan cairan interstisial.

Baca juga Pengertian Ekosistem Dan Konservasi

d. Pembuluh Limfa
Pembuluh limfa merupakan pembuluh yang juga mendukung sistem peredaran darah, walau kadang - kadang dipisahkan dari sistem peredaran darah menjadi sistem yang khusus sendiri, yaitu sistem pembuluh limfa. Pembuluh limfa berfungsi seperti pembuluh darah, sebagai sarana tansportasi bagi limfa yang merupakan cairan yang mengandung sel darah putih. Pembuluh limfa mempunyai banyak katup dan terdapat pada semua jaringan tubuh, kecuali pada sistem saraf pusat. Perbedaan lain juga terlihat pada pembuluh limfa. Berbeda dengan pembuluh darah, pembuluh limfa ini memiliki katup yang lebih banyak dengan struktur seperti vena kecil dan bercabang-cabang halus dengan bagian ujung terbuka. Dari bagian yang terbuka inilah cairan jaringan tubuh dapat masuk ke dalam pembuluh limfa.
Pembuluh limfa mempunyai fungsi seperti berikut.
1) Mengangkut cairan dan protein dari jaringan tubuh ke dalam darah.
2) Menghancurkan kuman penyakit.
3) Menghasilkan zat antibodi.
4) Mengangkut emulsi lemak dari usus ke dalam darah.

C. Gangguan dan Penyakit pada Sistem Darah

Terdapat beberapa gangguan dan penyakit pada sistem peredaran darah. Gangguan dan penyakit tersebut dapat disebabkan oleh faktor fisik, aktivitas, maupun makanan yang dikonsumsi.

1. Hipertensi

Hipertensi disebut pula sebagai penyakit tekanan darah tinggi. Orang yang mengidap hipertensi memiliki nilai sistol dan diastol melebihi batas normal (>140/90 mmHg). Kebalikan dari hipertensi adalah hipotensi. Hipotensi merupakan penyakit tekanan darah rendah. Penderita hipotensi memiliki nilai sistol di bawah 100 mmHg. Hipotensi memiliki gejala, seperti lesu, pusing, gangguan penglihatan, dan sering pingsan.

2. Arteriosklerosis

Arteriosklerosis merupakan penyakit berupa pengapuran pembuluh darah karena endapan lemak. Apabila pembuluh darah tersumbat oleh endapan zat kapur, penyakit tersebut dinamakan arteriosklerosis. Kedua penyakit tersebut dapat mengakibatkan darah tidak dapat mengalir. Pecahnya pembuluh darah di otak dapat menyebabkan stroke.

3. Gagal Jantung

Gagal jantung adalah penyakit akibat penurunan kekuatan kontraksi otot jantung. Hal tersebut akan mengakibatkan volume peredaran darah ke seluruh tubuh berkurang. Gejala gagal jantung cepat lelah, sesak napas, dan jantung membengkak.

Baca juga Ciri, Karakter, Dan Peranan Archaebateria Dan Eubactaeria 

Untuk lebih jelasnya lagi mengenai materi  Sistem Peredaran Darah Pada Manusia silahkan download filenya di bawah ini yang sudah kami kemas dalam bentuk pdf file
Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Sistem Peredaran Darah Pada Manusia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel