Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen Kelas XII Fase F Kurikulum Merdeka

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen Kelas XII Fase F Kurikulum Merdeka
Ada dua model pendekatan pembelajaran, yaitu model pendekatan yang berpusat pada Guru (teacher centered) dan pendekatan yang berpusat pada peserta didik atau peserta didik (student centered).

Kedua model pendekatan pembelajaran tersebut di atas adalah pendekatan yang dapat dipelajari oleh guru PAK, khususnya model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered) untuk diterapkan dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Sebagaimana kita ketahui bahwa kekhasan PAK membuat PAK berbeda dengan mata pelajaran lain, yaitu PAK menjadi sarana atau media dalam membantu peserta didik berjumpa dengan Allah di mana pertemuan itu bersifat personal, sekaligus nampak dalam sikap hidup sehari-hari yang dapat disaksikan serta dapat dirasakan oleh orang lain, baik guru, teman, keluarga maupun masyarakat. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran PAK bersifat student centered (berpusat pada peserta didik), yang memanusiakan manusia, demokratis, menghargai peserta didik sebagai subyek dalam pembelajaran, menghargai keanekaragaman peserta didik, memberi tempat bagi peranan Roh Kudus. Dalam proses seperti ini, maka kebutuhan peserta didik merupakan kebutuhan utama yang harus terakomodir dalam proses pembelajaran.

Proses Pembelajaran PAK adalah proses pembelajaran yang mengupayakan peserta didik mengalami pembelajaran melalui aktivitasaktivitas kreatif yang difasilitasi oleh Guru. Penjabaran kompetensi dalam pembelajaran PAK dirancang sedemikian rupa sehingga proses dan hasil pembelajaran PAK memiliki bentuk-bentuk karya, unjuk kerja dan perilaku/ sikap yang merupakan bentuk-bentuk kegiatan belajar yang dapat diukur melalui penilaian (assessment) sesuai kriteria pencapaian.


1. Pembelajaran PAK di buku guru dan siswa
Urutan pembahasan di buku peserta didik dimulai dengan Pengantar di mana pada bagian pengantar peserta didik diarahkan untuk masuk ke dalam materi pembahasan, kemudian uraian materi, penjelasan bahan Alkitab, kegiatan pembelajaran dan penilaian atau assessment.

2. Pengantar
Pengantar merupakan pintu masuk bagi uraian pembelajaran secara lengkap, bagian pengantar bisa berupa naratif tapi juga aktivitas yang dipadukan dengan materi. Pada bagian pengantar juga dicantumkan tujuan pembelajaran, alasan topik tersebut dibelajarkan dan alasan topik ini penting untuk dipelajari. Dilengkapi dengan garis besar langkah-langkah pembelajaran.

3. Uraian Materi
Penjelasan bahan pelajaran secara utuh yang disampaikan oleh Guru. Materi yang ada dalam buku Guru lebih lengkap dibandingkan dengan yang ada dalam buku siswa. Guru perlu mengetahui lebih banyak mengenai materi yang dibahas sehingga dapat memilih mana materi yang paling penting untuk diberikan pada siswa. Guru harus teliti menggabungkan materi yang ada dalam buku siswa dengan yang ada dalam buku Guru. Hendaknya diingat bahwa fokus pembelajaran dalam rangka memenuhi capaian pembelajaran yang telah dirumuskan. Jadi guru tidak perlu menjejali siswa dengan materi ajar yang terlalu banyak. Jika dilihat model yang ada dalam siswa, maka nampak jelas proses belajar dan penilaian berlangsung secara bersama-sama. Hal ini menguntungkan guru karena guru tidak harus menunggu selesai proses belajar baru diadakan penilaian, tetapi dalam setiap langkah kegiatan ada penalaran materi dan ada juga penilaian. Sejak bertahun-tahun kita terjebak dalam bentuk penilaian kognitif yang tidak menguntungkan siswa terutama melalui model ujian pilihan ganda dan model evaluasi yang kurang membantu siswa mencapai transformasi atau perubahan perilaku. Karena itu, sudah saatnya guru berubah, dalam pembelajaran ini akan lebih banyak fokus pada diri siswa, selalu dimulai dari siswa dan berakhir pada siswa, demikian pula bentuk penilaian lebih banyak bersifat penilaian diri sendiri sehingga siswa dapat melihat apakah ada perubahan dalam hidupnya.

4. Penjelasan bahan Alkitab
Buku ini juga dilengkapi dengan penjelasan bahan alkitab. Bahan Alkitab untuk membantu guru-guru memahami referensi Alkitab yang dipakai. Melalui penjelasan bahan Alkitab guru memperoleh pengetahuan mengenai latar belakang nats Alkitab yang diambil kemudian dapat menarik relevansinya dengan topik yang dibahas. Penjelasan bahan alkitab hanya untuk guru dan tidak untuk diajarkan pada siswa.

5. Penilaian
Penilaian membahas pemenuhan capaian pembelajaran melalui Tujuan pembelajaran. Proses belajar dan penilaian berlangsung secara bersama-sama. Jadi, proses penilaian bukan dilakukan setelah selesai pembelajaran, tetapi sejak pembelajaran dimulai dan bentuk penilaian cukup variatif mengenai skala sikap, penilaian diri, tes tertulis, penilaian produk, proyek, observasi dll. Guru harus berani membuat perubahan dalam bentuk penilaian. Memang, biasanya otoritas akan membuat soal bersama untuk ujian, tetapi praktik ini bertentangan dengan transformasi kurikulum dan pembelajaran di era baru ini, khususnya kurikulum PAK yang memang terfokus pada perubahan perilaku peserta didik. Pendidikan agama yang mengajarkan nilai-nilai iman barulah berguna ketika apa yang diajarkan itu membawa transformasi atau perubahan dalam diri anak karena iman baru nyata di dalam perbuatan. Iman tanpa pebuatan pada hakikatnya adalah mati (Yakobus 2:26). Untuk itu berbagai bentuk soal seperti pilihan ganda dan soal- soal yang bersifat kognitif tidak banyak membantu siswa untuk mengalami transformasi. Apalagi pemerintah telah menetapkan apa yang disebut sebagai ASSESMENT KOMPETENSI MINIMUM. Penetapan tersebut mempengaruhi model dan bentuk penilaian proses dan hasil belajar di kelas. Penjelasan mengenai penilaian tersebut tercantum dalam point 2 di bawah ini.

6. Kegiatan Siswa
Dalam buku guru dibahas langkah-langkah kegiatan siswa, untuk kegiatan yang sudah jelas tidak perlu dijelaskan. Penjelasan hanya diberikan pada kegiatan yang membutuhkan perhatian khusus atau jika ada beberapa penekanan penting yang harus diberikan sehingga guru memperhatikannya ketika mengajar. Mengenai langkah-langkah kegiatan, guru juga dapat mengganti urutan langkah-langkah kegiatan jika dirasa perlu tetapi harus dipertimbangkan dengan baik. Ketika menyusun langkah-langkah kegiatan, penulis sudah mempertimbangkan sequence atau urutan pembelajaran secara matang apalagi penilaian berlangsung sepanjang proses pembelajaran dan terkadang penilaian dan pembelajaran berjalan bersama-sama dalam satu kegiatan.

7. Nyanyian (lagu) dan permainan dalam buku siswa
Guru dapat mengganti lagu dan permainan yang kurang sesuai dengan kondisi di sekolah atau kondisi setempat.

Untuk mendapatkan Modul Ajar Lengkap Pendidikan Agama Kristen Kelas 12 Fase F Kurikulum Merdeka silahkan pesan disini : 081350504500

Belum ada Komentar untuk "Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen Kelas XII Fase F Kurikulum Merdeka"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel